Satgas Penanganan COVID-19 pusat mengungkapkan data klaster di Jawa Barat (Jabar). Ada 150 klaster Corona di Jabar dengan 400 lebih kasus positif Covid-19.

“Kita mendapatkan data dari Dinkes Jabar dan ini ada beberapa total klaster yang memang berhasil ditemukan. Sejauh ini per tanggal 27 Juli ada 150 klaster di Jawa Barat dengan total 476 kasus,” kata anggota Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah dalam siaran YouTube BNPB, Senin (10/8/2020).

Klaster Corona terbanyak di Jawa Barat seperti yang disampaikan Dewi ialah klaster permukiman. Total ada 111 klaster permukiman di Jawa Barat.

“Paling banyak kita lagi lagi melihat permukiman, ini rata-rata kalau di-contact tracing keluarganya jadi kena positif juga karena kan paparannya, durasinya, jaraknya, pasti lebih berdekatan,” kata Dewi.

Berikut ini data klaster Covid-19 di Jawa Barat seperti yang disampaikan Dewi Nur Aisyah:

1. Permukiman: 111 klaster, 208 kasus

2. Fasilitas kesehatan: 28 klaster, 177 kasus

3. Perkantoran: 11 klaster, 77 kasus

4. Rumah ibadah: 1 klaster, 14 kasus

Dewi sebelumnya menyebutkan ada kenaikan kasus Corona di Jawa Barat di 5 daerah yakni Bandung, Kabupaten Bandung, Cirebon, Kota Cimahi dan Kota Sukabumi. Apa penyebab kenaikan kasus Corona di 5 daerah Jawa Barat tersebut? Dewi berbicara soal 3 faktor kemungkinan.

“Biasanya ini kita bisa lihat dari 3 hal, pertama laju penularannya sedang tinggi di sana. Bisa jadi ada yang positif, mungkin kontak tracingnya belum berjalan untuk mengetahui diadakan penyelidikan epidemiologi dia sudah keburu berinteraksi dengan orang yang lain,” ucap Dewi.

Faktor kedua dan ketiga adalah kemunculan klaster baru dan jumlah tes yang dinaikkan.

“Jadi mungkin yang kedua ada klaster baru kah, yang ketiga memang jumlah testing yang ditingkatkan di Jawa Barat,” imbuh Dewi.

Sumber: Detik