Sebulan setelah Partai Gerindra mengelar Kongres Luar Biasa dan menetapkan kembali Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum, bagaimana dengan susunan kepengurusan partai tersebut?

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan partainya telah rampung menyusun struktur kepengurusan partai. Dia bilang, Prabowo juga ikut menyusun kepengurusan partai.

“Kemarin sudah disampaikan susunan kepengurusan DPP yang disusun oleh pak prabowo, terdiri dari dewan pembina, dewan pakar, penasihat, dan DPP. Termasuk penyempurnaan AD/ART,” ucap Muzani kepada wartawan, di Kompeks Parlemen, Rabu (9/9/2020).

Muzani mengatakan dalam struktur kepengurusan partainya nanti akan banyak diisi oleh nama-nama baru, meski demikian masih ada nama lama yang juga masuk. Namun dia tak mau membocorkan siapa saja kader Gerindra yang bakal mengisi, yang jelas Muzani masih menduduki posisi Sekjend.

“Nama-nama baru banyak mendominasi. Ada baru ada lama, campur-campur lah,” kata Muzani.

Adapun struktur baru itu baru akan keluar jika SK dari Kementerian Hukum dan HAM sudah keluar. Dia juga belum mengetahui siapa nantinya yang bakal mengumumkan. Tapi tak menutup kemungkinan Prabowo sendiri yang bakal mengumumkan.

“Nanti setelah keluar surat keputusan dari menkumham akan diumumkan kepada publik,” ucapnya.

Lebih lanjut, Muzani mengatakan SK dari Kemenkumham diperkirakan dalam pekan ini sudah bisa keluar. Selama persyaratan dokumen sudah lengkap.

“Secepatnya, asal semua dokumen lengkap akan segera diambil keputusannya. Mudah-mudahan minggu ini,” tutur Muzani.

Diketahui, Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (8/8/2020). Di situ, Prabowo Subianto secara resmi kembali ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pembina dan Ketua Umum Partai Gerindra.

Partai Gerindra juga diketahui sudah menyerahkan struktur kepengurusan ke Kemenhumham pada Selasa (8/9/2020). Penyerahan struktur tersebut, kata dia telah memenuhi batas waktu satu bulan yang ditetapkan dalam KLB Gerindra untuk mneyelesaikan struktur kepengurusan.