Pengumuman mendadak Giring Ganesha yang ingin maju sebagai calon presiden Indonesia pada 2024 menuai dukungan serta cibiran warganet di dunia maya.

Menanggapi komentar negatif di media sosial, pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengatakan ia bangga karena demokrasi sudah bisa dijalankan di Indonesia yang terlihat dari kebebasan berpendapat.

“Terima kasih buat yang dukung, saya doakan mereka yang mencibir dan menghina kita,” kata Giring di konferensi pers virtual, Rabu (26/8/2020).

Dia yakin bisa menghadapi reaksi di dunia maya, sebab pekerjaannya di dunia nyata jauh lebih berat dan menantang.

“Semua orang sudah bebas mengeluarkan pendapat mereka, negatif atau positif… Jujur, saya ini memang punya mimpi besar,” katanya.

Giring mengatakan banyak mimpinya yang sudah terkabul berkat kerja keras, mulai dari mimpi membuat band, album, tur keliling Indonesia, memiliki perusahaan hingga membantu membangun industri eSport.

“Saat ini saya mimpi pada 2024, kita anak muda memimpin bangsa,” katanya.

Giring menjawab singkat ketika ditanya mengapa langsung mengincar posisi presiden, bukan mencoba di lingkup yang lebih kecil seperti kepala daerah.

“Kenapa tidak?”

Dia ingin membuktikan kepada orang-orang lewat aksi, bukan kata-kata manis. Dalam waktu dekat, akan ada video berisi program kerja yang akan dijalankan, ujar mantan vokalis band Nidji.

Dianggap masih hijau di dunia politik, pendiri portal berita Kincir ini mengatakan dia punya banyak pengalaman di bidang bisnis dan kepemimpinan.

Topik yang terakhir juga diperdalam lewat membaca buku otobiografi pemimpin dunia, juga berdiskusi langsung dengan pemimpin di sekitarnya, termasuk Presiden Joko Widodo, yang mementingkan “blusukan” untuk langsung bertemu dan mendengar warga. Itu juga yang akan diterapkan Giring nantinya.

“Tiga tahun ke depan, setelah pandemi ini selesai, saya akan siap keliling Indonesia,” ujar Giring yang ingin berjumpa dan berdiskusi dengan masyarakat mengenai ide dan terobosan yang bisa diwujudkan bersama.

Giring, yang memprioritaskan akses pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan yang setara untuk masyarakat, belum punya sosok yang akan diincar menjadi pendamping sebagai calon wakil presiden untuk empat tahun mendatang.

Masih banyak hal yang sedang dibicarakan oleh partai, seperti rencana mengembangkan sekolah kaderisasi daring, juga mengenai pemilihan kepala daerah.

Oleh karena itu, diskusi soal siapa calon pendampingnya “masih jauh panjang ke depan”. Yang pasti, partainya terbuka menerima orang-orang yang memenuhi syarat.

“One step at a time,” ujar Giring, menambahkan komunikasi politik pertama akan dilakukan bersama partai-partai yang ada di pemerintahan.

Sebagai orang yang ingin mencalonkan diri sebagai presiden mendatang, Giring tidak melihat ada cela pada pemerintahan Joko Widodo saat ini.

Menurut dia, hanya perubahan positif yang dia lihat selama lima tahun pertama Jokowi menjabat sebagai presiden.

“Saya adalah saksi mata dalam kurun waktu lima tahun kemarin, term pertama, saya lihat begitu banyak perubahan.”

Dia melihat perbandingan kondisi kota-kota yang disambanginya dari waktu ke waktu selagi tur keliling Indonesia bersama Nidji.

Kondisi jalanan yang semakin bagus, jalan tol semakin banyak, bandara semakin bagus, juga jumlah pusat perbelanjaan dan kafe di berbagai kota menjadi indikator daya beli meningkat, ujar Giring.