Wakil Presiden Ma’ruf Amin menegaskan, pemberian air susu ibu ( ASI) kepada bayi dan anak berusia di bawah 2 tahun terbukti efektif dalam pencegahan stunting. Oleh karena itu, kata dia, pemberian ASI menjadi salah satu prioritas yang harus dilakukan demi pencegahan stunting kepada anak. Apalagi, pemerintah sedang berupaya menurunkan prevalensi stunting hingga 14 persen pada 2024, dari saat ini yang mencapai 27 persen.

“Pemberian ASI menjadi salah satu intervensi prioritas yang terbukti efektif dalam pencegahan stunting,” ujar Wapres Ma’ruf dalam acara webinar bertajuk Invest-ASI Indonesia untuk bumi yang lebih sehat, Rabu (12/8/2020). “Oleh karena itu, pemberian ASI kepada anak harus terus didorong agar prevalensi stunting dapat segera diturunkan.”

Ia mengatakan, data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa bayi yang memperoleh ASI eksklusif di Indonesia masih di bawah 50 persen. Hal tersebut menunjukkan, lebih dari setengah anak-anak Indonesia tak mendapatkan ASI eksklusif. Padahal mendapatkan ASI eksklusif merupakan salah satu hak yang harus diperoleh anak-anak.

“Ini tentu saja menjadi pekerjaan rumah bagi kita bersama untuk terus mendorong dan mendukung agar ibu-ibu dapat memberikan ASI saja selama 6 bulan pertama dan dilanjutkan hingga anak berusia 2 tahun,” kata dia.

Ia mengatakan, hal tersebut penting dilakukan karena pemberian ASI bagi bayi dan anak usia di bawah dua tahun sangat penting bagi pemenuhan gizi mereka.  Terutama, kata dia, hal tersebut akan bermanfaat untuk masa depan anak.

“Dengan pemberian ASI, stunting dapat dicegah dan kita akan mempunyai generasi sehat, cerdas, dan produktif di masa yang akan datang. Pemberian ASI juga dapat menjadikan bumi ini lebih sehat,” katanya.

Sumber: Kompas